PIJAKAN – PIJAKAN GOLPUT : 1 . RENCANA KOALISI PKS DAN PDI PERJUANGAN

2008 September 18

Saudara sebangsa, setanah air. Mari kita mencoba menelaah beberapa hal yang dapat kita jadikan pijakan, kenapa kita layak menggunakan hak memilih untuk tidak memilih pada Pemilu 2009… Apakah itu Pemilu untuk Anggota Dewan, bahkan untuk Presiden… Tentu, apabila ada pijakan lain, mohon dapat memberikan pencerahan via comment, atau blog baru…tq

 

 

 

 

Akhir-akhir ini, mengemuka rencana atau wacana koalisi antara PDI-P dan PKS. Ini menarik, mengingat secara ideologi, keduanya berbeda jauh. PKS, sekalipun anggotanya banyak yang tidak bisa berbahasa Arab, tapi amat mengedepankan Islam, dan mereka cukup bangga untuk BERTERIAK ISLAM, sekalipun  buku keislaman yang mereka baca, semuanya terjemahan (hiks…miriss…)

 

PDI P, adalah pemain lama, well – established. Yang membedakan PDI-P dengan GOLKAR, hanya ketidakunggulan di keuangan, dan kaderisasi (apabila dibandingkan dengan GOLKAR) selebihnya boleh jadi mereka bak pinang di belah dua. Kalau tidak salah, GOLKAR, PDI dan PPP (pada awalnya) adalah 3 Anak KEMBAR dari Cendana (mohon koreksi kalau saya salah)…

 

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS); Sebuah Cerita lama

Partai Keadilan adalah cikal bakal dari Partai Keadilan Sejahtera. Pada 1999, PK belum beruntung, karena hasil suara yang didapat tidak memenuhi batas minimum untuk ikut di PEMILU 2004…Maka dibuatlah Partai Keadilan Sejahtera. Saya melihat, secara nyata, ketika -ke….an- adil ini  ditambah dengan sejahtera, maka Keadilan sebagai proses hilang…sebab ditujukan pada tataran suatu kenisbian terukur, yaitu KESEJAHTERAAN….

 

Logika bego bahasa saya menunjukkan, bahwa terjadi “penurunan nilai” kata KEADILAN, karena mendapatkan tambahan “SEJAHTERA”. Harusnya, kalangan linguist, berani menyampaikan “sense of deviant idiom” ini. Tapi…saya yakin, bagi seorang linguist sejati…Kata-kata adalah proses dan penyelesaiannya ada setelah titik (.) Maka berusaha mengingatkan orang Indonesia pada masa itu, adalah perjuangan yang mungkin akan jauh lebih sulit dibandingkan dengan memindahkan gunung…

 

 

Mari kita telusuri “penyimpangan logika bego” yang terjadi di dan atau melalui PKS…

 

A. Pada PEMILU 2004, banyak beredar selebaran yang menyatakan bahwa Partai Keadilan Sejahtera, berhasil menyelamatkan uang negara hingga bermilyar-milyar rupiah (pada masa mereka menjabat di DPR periode 1999-2004).. Hal ini dikarenakan “MEREKA JUJUR, BERSIH, jauh dari TINDAK PIDANA KORUPSI, PUNGLI dll (non ajr)…Luar BIASAAA dampaknya, mereka mendapatkan tambahan suara yang jauh lebih tinggi dari jumlah kader…Lalu…apa yang salah dari KAMPANYE INI….????

 

 

Sebelum modus ini kembali dikampanyekan, mungkin ada baiknya kita TELAAH… Dalam agama mana pun, seseorang tidak boleh mengambil harta yang bukan ia miliki tanpa hak.. Mencuri, korupsi, mengutil adalah hal yang tidak dapat diterima… Point ini menunjukkan bahwa, Kader PKS bersih, karena mereka dapat menjaga diri selama di DPR, untuk tidak mencuri harta yang tidak menjadi milik mEREKa…TWO THUMBS UP!!!

 

Nah…ini KONYOLNYA :

ANGGOTA DPR, pada tiap tataran tingkatan PEMERINTAHAN, adalah PIHAK YANG “HARUS” menjaga dan atau BERTANGGUNGJAWAB dan ATAU memiliki KEWAJIBAN untuk menyelamatkan HARTA NEGARA dari Kesia-siaan. Kenapa…karena mereka diGAJI oleh NEGARA…dan GAJI ITU BOLEH jadi HASIL TIDAK HANYA dari KERINGAT, tapi juga DESAHAN  Yang SSEKSSSI di KAMAR-KAMAR HOTEL (ingat…hotel membayar pajak…)

 

Tapi…./harto  (baca PERSETAN) dengan itu semua…Karena mereka digaji oleh Negara…dan mereka menguasai bidang (melalui komisi-komisi)  tentang pengaturan keuangan negara…PENYELAMATAN UANG NEGARA oleh MEREKA adalah hal yang NISCAYA (maaf, saya berat mengatakan KEWAJIBAN, sebab kewajiban pada tataran ISLAM yang saya tahu meniscayakan kritis dan berfikir, hal ini tidak manifest pada kebanyakan KADER PKS)

 

 

 

MAKA…SOSIALISASI  PENYELAMATAN UANG NEGARA oleh PKS adalah hal yang … LUCU…atau MENGADA-ADA…ATAU PEMBODOHAN PUBLIK…terserah….ANDA bahkan dapat memilih kata yang lebih KASAR dari pada pilihan yang saya utarakan..

 

PARAHNYA lagi. pengalaman dengan PKS dan PK..coba teman-teman ingat, ketika ada sebagian UMAT ISLAM yang membaca bacaan sholatnya dengan BAHASA INDONESIA, pihak PKS tidak pernah mensosialisasikan/mengendorse PENTINGNYA  KEMAMPUAN MEMBACA Al_QURAN bahkan BERBAHASA ARAB sejak DINI bagi UMAT ISLAM DI INDONESIA….   TANYA KENAPA????

 

Jawabanya dapat merujuk kepada salah satu di antara beberapa asumsi ini        1. Pengetahuan PKS bahwa kadernya pun masih membaca terjemah, dan apabila memaksakan diri, cenderung dapat membuat umat islam abangan yang ia miliki…K….A….B….U….R………………………………………..

2. Ketakutan MAJLIS SYURA, apabila KEBANYAKAN UMAT ISLAM (Baca : Terutama Kader PKS ) memiliki kemampuan BERBAHASA ARAB, mereka akan membaca buku-buku non terjemahan…Alhasil, apa yang dianggap sebagai pemurnian oleh KAder tersebut, dapat berada di luar JALUR YANG DITITAHKAN dewan SYURa…jadi…kenapa mesti memilih yang kedua (tololnya  umat ISLAM di INDONESIA banyak yang tidak hanya tolol, tapi juga tidak kritis)

3. Nah ini mengarah kepada KOALISI…mereka tidak ingin (ketika tahu diri ternyata tidak sekuat yang mereka perkirakan)  tidak dapat berkoalisi dengan PARTAI LAIN, yang sialnya seperti PDI-P dan atau GOLKAR… (o..o..kamu ketahuan…)

 

TAPI…………….PKS mendapatkan beberapa KEUNTUNGAN…

1. Posisi kelelahan masyarakat dalam mencari pemerintahan dan atau anggota pemerintahan yang bersih, maka kampanye ini efektif.

2. Perlu kita akui secara jujur, kualitas akademis (non religi) kader PKS dapat dilihat dan dipertanggungjawabkan  untuk mengatakan bahwa mereka memiliki ilmu, seingat saya basisnya di DEPOK, ALUMNI UI (BACA ALUMNI MASJID UI DAN MUSHOLLA- DI LINGKUNGAN UI), tentu masuk UI ada prosesnya….Yang jadi masalah adalah PEMAHAMAN ISLAM MELALUI  BUKU TERJEMAHAN INI, yang membuat mereka dapat menjadi (maaf) KERBAU DICUCUK HIDUNG (ingat…Al Insaanu Hayawaanun Naathiqun – Manusia adalah Hewan yang dapat berbicara – ) PEMBEDA MANUSIA DENGAN HEWAN BUKAN KARENA  AKAL YANG DIMILIKI OLEH MANUSIA….TAPI KEMAMPUAN MANUSIA UNTUK MENGGUNAKAN AKALNYA…MENJAGA KESEHATAN AKALNYA. Manusia yang memiliki AKAL tapi TIDAK mempergunakan AKALnya, sesungguhnya (maaf) Anjing pun malu apabila dinisbatkan kepada mereka…

 

3. Maaf, salah satu YANG MENYEBABKAN PKS bisa MENDAPATKAN ANGIN melalui KAMPANYE Tadi, boleh jadi (sekali lagi maaf) karena MASIH BANYAK RAKYAT INDONESIA yang BODOH (termasuk saya…hiks)…PILIHAN bagi ORANG BODOH adalah MEMPERCAYAI Orang YANG PINTAR…dan ATAU MEMBUNUHNYA…itu saja…Berhubung  negara kita negara hukum ..maka pilihan pertama adalah pilihan yang utama.

 

TENTANG PDI – PERJUANGAN

1. Saya tidak tahu banyak tentang PDI-Perjuangan. Tapi saya meyakini bahwa Nasionalisme, pada tataran iman Islam, adalah hal yang niscaya, maka pada titik ini, PKS dapat merapat…

2. PDI-P, mengacu pada kasus TANGGUH dan VLCC, jelas merupakan partai yang bagus, dalam rangka menjual asset negara secara murah, dan mengeruk keuntungan (baca; kompensasi minimum dari pembeli secara pribadi) ke dalam kocek individu masing-masing…Dalam hal ini…jelas perlu dibuktikan secara hukum….Tapi TOLONG…jangan KARENA kita INI “DIBUTAKAN OLEH JARGON NEGARA HUKUM’ Kita lupa menggunakan AKAL sehat kita untuk kRITIS…Masak sih segitu aja perlu diajarin…..

 

3, Nah ini (maaf) AGAK Sama dengan PKS…Seingat saya,,,kebanyakan SIMPATISAN dan KADER PDI-P…memiliki kualitas AKADEMIS yang biasa-biasa saja…Ini SAMA dan SEBANGUN dengan KUALITAS PENGETAHUAN AGAMA ISLAM bagi SEBAGIAN BESAR KADER PKS…Intinya adalah DPP kedua PARTAI…dapat menjadi NABI BARU (atau SEKUMPULAN RASUL) bagi umat/simpatisan masing-masing…Dan PARA RASUL ini TIDAK DAPAT dibantah…Membantah kamu  KELUAR!!!! (kira-kira begitu ucapan para rasul)…Padahal ini semata-mata “berbasiskan knowledge gap” doang…

 

 

KEUNTUNGAN KOALISI “

Mudah sekali kita baca….Maka ketika terjadi PENYALAHGUNAAN KEWENANGAN KEUANGAN NEGARA…oleh PIHAK (maaf) seandainya…mudah-mudahan sih gak kejadian…oleh PIHAK PDI-P… SAUdara satu KOALISi berNAMA PKS…akan mencarikan JALAN KELUAR Secara AYAT-AYAT PEMBENARan…atau paling SIAL…mereka akan MENGKOORDINIR program BANTUAN atau SOSIAL atau CSR-CSR lain…sehingga (maaf, saya tidak tertarik dengan anggapan ini) seakan-akan dosa PENYALAHGUNAAN kewenangan TERSEBUT… HILANG (baca : diampuni…ha…ha…ha…)

 

 

Nah…ITu adalah ALASAN paling MASUK akal KENAPA mereka MAU dan dapat berkoalisi….(Silahkan Teman-teman renungkan dengan seksama…)

 

 

Tapi…JANGAN SENANG dulu… Saya ingin mengingatkan  kejadian beberapa hari belakangan ini….

PADA koalisi PKS dan PDI-P di PILKADA SUMATERA SELATAN…yang MENGUSUNG SYAHRIAL USMAN dan HELMY YAHYA…….PKS- PDIP takluk di bawah GOLKAR… ALEX NURDIN menang..

Yang mengerikan adalah TELAH TERJADI KERIBUTAN yang melibatkan pendukung SYAHRIAL USMAN dengan KEPOLISIAN…nah…. Saya gak tau apakah pas kerusuhan tersebut pendukung dari sisi PKS sudah membaca doa safar sebelum berangkat demo atau minimal mengucapkan salam kepada suami – istri atau orang tua mereka( sebelum keluar rumah untuk demo)

KONYOLNYA LAGI ….KEJADIAN INI TERJADI Pada SAAT Bulan Ramadhan…di tanah SRIWIJAYA, yang cenderung memiliki akar ke-ISLAMAN yang BAIK, sebagaimana rata-rata daerah MELAYU….

 

 

SIALNYA lagi…SUMATERA SELATAN adalah BASIS PDI-P..yang boleh jadi satu-satunya di SUMATERA yang  memiliki akar KEISLAMAN yang Hampir MERATA…(coba deh bandingkan dengan SUMATERA UTARA; salah satu basis PDI-P yang lain…) Apalagi INCUMBENT dari PDI-P…

 

 

Jadi…Saya BERANI MENGATAKAN..bahwa KOALISI dan Atau WACANA KOALISI PDI-P dengan PKS adalah SARANA untuk MENUTUPI MALU…KEKALAHAN di SUMATERA SELATAN beserta KERUSUHAN turunannya….

 

NAH…untUK         TEMAN-TEMAN SEKELAS DR AHMAD HATTA, DR HIDAYAT NUR WAHID…tolong dong jangan dikorbankan RAMA PRATAMA…SELAMAT NURDIN…kasihan mereka masih muda-muda… (”untuk hal ini saya mohon maaf, kebetulan cuman kenal dari sisi PKS…saya gak banyak kenal dengan rekan-rekan dari PDIP..maaf banget..) apalagi kalau Om Hidayat atau Om Ahmad Hatta ke Depok…kasihan lho ngeliat kader-kader PKS (dari sisi pengetahuan Islamnya…tentu)

 

MAKA…wacana KOALISI PKS – PDIP adalah wacana “BURUK MUKA cermin DIBELAH” atau minimal…untuk meredam (sentimen negatif Simpatisan mereka dan masyarakat)  Kekalahan dan Kekacauan (dari kekalahan) koalisi PKS – PDIP di Bumi SRIWIJAYA…Apakah ini salah…SILAHKAN ANDA menilai…bagi saya ini cukup menjadi PIJAKAN untuk MEMILIH TIdak MEmiLIH (minimal tidak dari kedua golongan tersebut)…

 

PS’ (ini pesan PRIBADI)

UNTUK OM HATTA dan OM HIDAYAT, berhubung Bulan RamadHAN, mari kita kembali lagi melihat…bahwa ISLAM itu asyik …apalagi kalau kita bisa BERBAHASA ARAB…termasuk mengajak ORANG LAIN untuk bisa BERBAHASA ARAB… tolong dong tuh kader PKS dibenerin…malu ah…dengan saya yang muallaf, tapi bisa sekolah jadi adik kelas ANTUMA…terus ngeliat Antuma m3n94mb1l k3un7un9an neh..dari yang gak tau……HA..ha..ha..ha…ha..

 

 

2 Responses leave one →
  1. 2008 September 24
    kupret permalink

    toloong… pusing bacanya…

  2. 2008 Nopember 18

    Gw setuju dengan tindakan PKS ini, bahkan kini PKS menjalin harmoni yang manis sekali dengan PDIP, gk salah toh? Yang penting adalah suara!
    Tidak perlu berbaju sempit lagi,sekarang era nya buka-buka an. Masalah akidah belakangan, itu bisa diatur di majelis2 taklim setempat

    GO PKS!

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS