Ini adalah pengalaman pribadi penulis sekaligus pengamatan pribadi….
Alkisah…tahun 2007 lalu…penulis ingin mendaftarkan beberapa hak cipta atas apa yang penulis hasilkan…ternyata…biayanya tidak sedikit (silakan Anda datang ke Dirjen HAKI…proses untuk prosedur biasa dengan prosedur yang ditawarkan Calo dengan janji proses lebih cepat beda harganya tinggi sekali…monggo dicoba…)
Mengingat biaya yang tidak sedikit…penulis pun mundur (merujuk kepada Sibutetyogya, di Indonesia orang miskin bukan hanya gak boleh sakit tapi juga sering kehilangan hak cipta yang direbut atau dicolong ama orang yang punya duit/kaya)…
Eh…gak taunya ada rejeki lain…penulis mendapatkan kesempatan untuk ikut acara yang diadakan dirjen Haki tentang Desain Industri di Bidakara…kalau tidak salah Akhir 2007, tapi data pas digoogling via Dirjen Haki belum ketemu…entah belum ada hasil kali…atau lupa mengarsipkan? Nah…sebelum melanjutkan pembicaraan…ada beberapa berita yang dapat dijadikan rujukan tulisan ini :
http://www.detiknews.com/read/2008/09/12/194721/1005368/159/berkarya-di-tengah-ancaman-hukuman
http://www.detiknews.com/comment/paging/2008/09/12/111756/1004991/10/1/800-motif-perak-bali-dipatenkan-orang-asing
http://www.detiknews.com/read/2008/08/27/104846/995392/158/mubarok-ada-capres-dalangi-penyebaran-foto-sby-artalyta
http://www.detiknews.com/read/2008/08/25/130542/994085/159/sudah-kenal-saat-jadi-mentamben
http://www.detiknews.com/read/2008/08/25/154330/994214/159/pukulan-telak-untuk-sang-jubir
Nah…mari kita mulai… tidak sekali…puluhan bahkan mungkin ratusan kali kita orang Indonesia kehilangan hak cipta…Sebagai gambaran lain…pada awal 2000-an, tepatnya dalam suatu pameran senjata yang rutin diadakan di Indonesia…salah seorang polisi/tentara (maaf saya lupa namanya, tapi saya langsung bicara dengan diri individu bersangkutan ketika pameran)
Ia…anggaplah seorang polisi, yang sempat disekolahkan ke Jepang…mengeluhkan bahwa apa yang ia temukan…yaitu bom yang dapat membagi dirinya menjadi beberapa bagian dan meledak di air…ia teliti dan temukan pada saat ia bersekolah/disekolahkan di Jepang, hak ciptanya dimiliki dan didaftarkan serta dipatenkan oleh orang Jepang…Ia mengeluhkan tidak adanya perhatian negara untuk membeli dan atau minimal melindungi hak cipta atas temuannya…Sayangnya, karena saya bukan pembuat bom, saya gak bisa berpendapat…tapi itu satu cerita….
Pada waktu kegiatan (kalau gak salah konferensi Tentang Desain Industri di Bidakara…Dirjen HaKI : Dr. Ir. Andy Noorsaman Sommeng, DEA, menyebutkan bahwa Ani Yudhoyono mencoba mendaftarkan Desain Industri atas MOBIL PINTAR hingga ke Swiss (Jenewa?) yang dalam hemat penulis berbiaya tinggi…sayangnya selepas penyambutan dan pembukaan acara, Pak Dirjen langsung pamit…dan datang lagi pas acara mau ditutup (kalau saya salah tolong dikritisi pak Dirjen) Waktu itu Dirjen HaKI mendatangkan nara sumber dari Jepang dan Philipina (mudah-mudahan saya gak salah…percayalah saya gak asal ngecap apalagi fitnah), dari dalam negeri diantaranya seorang Dosen dan Guru Besar dari ITB.
Nah..Oktober 2007…kalau tidak salah Album SBY didaftarkan hak ciptanya ke HaKI bahkan acara dilaunching dengan meriah; saking meriahnya tidak kurang dari pengusaha seperti Arthalyta Suryani ikut diundang (mulai nyambung kah?) Kemudian tahun 2007 kita sempat perang dengan Malaysia tentang Reog dan Batik…(terima kasih untuk rekan-rekan hackers Indonesia) 2008…Gubernur Bali dan Pengrajin Bali kaget…sedih…karena hak cipta atas desain kerajinan perak ternyata telah didaftarkan oleh orang Asing…
Apa yang ingin saya sampaikan…
1. Pada saat kita kehilangan Hak Cipta atau Hak Atas Kekayaan Intelektual kita…Presiden SBY sibuk mengamankan hak cipta atas hasil karyanya Sendiri…saya tidak mendapati kegundahan presiden atas hak cipta yang menyebabkan ia MENGAMBIL KEBIJAKAN DRASTIS seperti…ayo cacah HAK CIPTA dan Hak atas Kekayaan Tradisional Kita dan Hilangkan PErcALOAn serta Biaya dan Administrasi diPERMUDAH… gak tau…apa hal ini guna menjaga pemasukan (royalti) setelah ia tidak menjabat atau memang ia membiasakan diri untuk egois…Tolong tanya ke Jubir-Jubirnya ya…atau langsung ke SBY deh…
2. Pembelian Hak Cipta pada kasus BUKU dari Depdiknas…sejatinya adalah hal yang baik, tapi itu tidak cukup, apalagi Marie Elka Pangestu pada INAICTA 2008 mengakui bahwa NEGARA AKAN MENJADIKAN INDUSTRI KREATIF sebagai salah satu penambah DEVISA…tapi gimana mau jadi devisa kalau mendaftarkan aja prosesnya berbelit-belit dan biaya tinggi…tolong deh bu..diklarifikasi dulu ama SBY dan ibu Ani….
3. Nah ini masukan untuk KPK…itu pun kalau KPK berani…adakah Korupsi atas Hak Cipta…ini gambarannya..kebetulan saya sempat dua kali bertemu dengan ibu-ibu di SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) yang “Menciptakan” dan Mengelola Mobil Pintar, Rumah Pintar…Kabarnya itu ide dari Ani Yudhoyono…Itu bagus…tapi tolong dikejar betul apa iya…kedua…pembiayaan atas hak cipta/hak desain industri yang dilakukan atas Mobil PINTAR sebagaimana pak Dirjen kabarkan hingga ke Jenewa…itu biayanya setahu saya tidak sedikit…itu biaya Ani Yudhoyono pribadi atau uang NEGARA????
Nah…untuk para pemirsa…silakan dikritisi apakah hal ini menunjukkan Presiden RI SBY, Ibu Ani Yudhoyono memiliki keberpihakan atas KEKAYAAN INTELEKTUAL yang dimiliki oleh ANAK BANGSA atau hanya yang MEREKA (baca SBY dan IStri) miliki…Terserah…itu satu hal…Kedua…bagi Para Seniman dan Pemilik Ide Kreatif…mulailah mencermati bahwa kedekatan Anda sekalian dengan SBY…bukan berarti ia akan membela Anda…toh kedekatan itu juga berbanding lurus dengan kedekatan SBY dan para PENGUSAHA (masalah PENGUSAHA KOTOR ATAU TIDAK KOTOR..itu hal lain), malah kedekatan teman-teman dengan SBY mungkin kalah dekat atau kalah romantis dibandingkan dengan kedekatan Arthalyta Suryani kepada SBY dan Keluarga (atau jangan-jangan launching ALBUM SBY dibiayai oleh KONGLOMERAT LAIN…ada usul Pak Antasari Azhar? Jadi jangan LUPAKAN KRITIS anda terhadap SBY…betulkah ia berpihak kepada masyarakat dan atau bangsa atau semata-mata keberpihakan untuk MENJABAT KEMBALI..silakan dicermati…
Pada akhirnya pilihan di tangan teman-teman…Adalah suatu kebodohan yang paripurna….apabila kita tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada masa lalu…Pendapat pribadi saya sudah jelas, SBY dan Ani Yudhoyono lebih mementingkan dirinya, penjagaan atas kreativitas yang ia miliki daripada menjaga kekayaan intelektual yang dimiliki oleh anak bangsa…Apabila JUBIR SBY ingin mengatakan bahwa SBY telah memberi contoh untuk menjaga HaKI dengan mendaftarkan hasil karyanya… itu bagus sebagai ucapan pengalihan…tapi apakah ia memihak kepada kreativitas yang harusnya dimiliki anak negeri dan sudah hilang…saya rasa bantahan yang akan diberikan JUBIR tersebut akan sia-sia…
O..ya Bu Ani dan SBY…gimana kabarnya Arthalyta…sudah dijenguk belum ? atau jangan-jangan kalau malam gak pernah nongkrong di LP tuh… Pertemanan Ibu dan Bapak setelah Ayin dipenjara bagaimana…apakah masih Hangat????
Sudahlah…dan Sudahilah…terima kasih…
nimbrung donk….
Saya CALEG DPR RI – DARI PARTAI MATAHARI BANGSA NO. Urut 4….HE HE HE Dapil GRESIK LAMONGAN.
Motto : HIDUP ADALAH KEPEDULIAN ” OJO DUMEH ”
Maka dari itu mari kita sama-sama introspeksi dan tetap semangat membangun negeri ini dari keterpurukan ekonomi, sosial, budaya dan mental.
Percayalah pasti ada orang yang masih mempunyai nurani untuk memperjuangkan kebaikan dan kebenaran.
Rakyat butuh pada pemimpin yang peduli jeritan hati rakyat bukan pemimpin yang PINTER tapi MINTERI…. yuk…bersama saya : Insya Alloh ada jalan kalau memang Alloh SWT memberi jalan kemenangan pada kebenaran walau harus menghadapi sejuta manusia tuli mata dan tuli telinga.
Terima kasih Mas…walau komentar Anda seperti copy-paste dari komentar pada tulisan sebelumnya…
Oke…nanti waktu yang akan membuktikan …pernyataan Anda atau pernyataan kami yang lebih mendekati pada kebenaran relatif saat ini yang ada di Indonesia…
Jangan ragu untuk mewacanakan pemikiran Anda di sini, tentu perdebatan akan dimulai dari kami sebagai admin…atas wacana yang Anda tulis…baru beberapa kontributor lain…tapi kalau Anda yakin dengan apa yang Anda miliki…kenapa tidak mensosialisasikan wacana itu…
Insya4JJI…introspeksi…keinginan membangun negeri…adalah hembusan dan tarikan nafas yang menyebabkan blog ini manifest…God Bless Us Forever…Amen