Pijakan – Pijakan Golput 6 : Masih Tentang Hak Cipta…Apresiasi Para Caleg dan Anggota Dewan???

2008 Oktober 9

Seorang pirsawan menanggapi dua tulisan dalam blog ini, dan menyatakan bahwa…kita masih dapat berharap…dengan caleg…karena tidak semua anggota dewan (I dunno, do he said this explicitly or implicitly…you decide it!)  tidak dapat diharapkan…masih banyak orang yang mempunyai hati nurani (nah caleg ini ngeles…ia berbicara pada awalnya atas nama caleg…tapi pada tataran pemilu, di mana kontestan tidak hanya partai, melainkan juga caleg…ia memakai kata orang…seakan-akan caleg itu identik dengan orang..ha..ha..ha….)

Masih tentang hak Cipta…menarik untuk mencermati tagline dari si Caleg….”Hidup adalah Kepedulian…”Ojo dumeh”.  Tagline yang baik dan cocok, apalagi sang caleg datang dari dapil di Jawa Timur…Pertanyaan tersisa adalah :

1. Apakah tagline tersebut memang ia ciptakan…atau ia menggunakan konsultan…atau jangan-jangan -maaf- merebut hak cipta orang…

2. Tidak sedikit tagline partai…yang tanpa sengaja dan atau memang disengaja…digunakan sebagai alat sosialisasi oleh para caleg… Masalahnya adalah apakah si Caleg telah memahami, bahwa hak cipta atas slogan tersebut, telah dibeli dengan utuh oleh Partai, darimana ia berasal dst…dst… atau jangan-jangan ia kehilangan kreativitas…sehingga menumpang pada tagline partai…atau jangan-jangan ia juga ingin menunjukkan dirinya partai-dependant (bergantung dengan partai) bukan individu yang independent…padahal….maaf yang akan memilih hingga ia naik dan berganti posisi dari ORANG BAIK (baca; caleg) menjadi BANGSAT (baca Anggota dewan yang KOrup..Keparat…dll…dll) adalah masyarakat yang belum tentu konstituen langsung dari partai tempat ia berasal…nah INI ANEH dan UNIKNYA sistem PEMILU kita…

Contoh paling MANIS dari MODEL PENCURIAN IDE ini…kalau Anda kebetulan melintas Margonda Raya…Depok..tepatnya persimpangan dekat Pasar Lama dengan Jalan Ke Depok II (Mungkin pertigaan, tepatnya) Ada  Tagline dari pihak atau partai lain…yang digunakan oleh Caleg dari partai yang lain lagi…..Silakan Anda lihat……Keywordnya adalah …”harapan itu”… Nah ini menjadi menarik…karena Permainan kata pada alat sosialisasi tersebut (SEMI BALIHO VERTIKAL) hanya berani menjabarkan TAGLINE dari partai LAIN…bukan MEMELINTIR atau MALAH MENEGASI tagline…Pada titik ini…KREATIVITAS dan PENGHARGAAN atas KREATIVITAs oleh Caleg bersangkutan adalah tidak ada…Orang yang tidak menghargai kreATIVitas orang LAIn…pada hemat blog ini, belum tentu dapat menGHARgai DIRINYA sendiri…

Tragisnya…permainan Agama manifest pada Baliho tersebut..dan tulisannya ada yang salah secara kaidah penulisan normal..gila kan… O ya baliho tersebut dapat Anda temukan  mulai beberapa minggu lalu..gak tau bertahan sampai berapa lama…seingat penulis…minggu lalu masih ada…

3.Nah…kalau ini terkait dengan kerja kemarin…pada saat kita melihat kenyataan  bahwa banyak hak cipta dari desain, karya seni, kreativitas kita yang diambil atau didaftarkan pihak luar…anggota dewan seingat saya cenderung diam…atau minimal gak memiliki ide agar pemerintah menyegerakan penggratisan pendaftaran hak cipta, dll, atau jangan-jangan gak ngerti…lalu ARTIS di DEWAN jadi Apa…??? Ya tetap jadi artis..lah!!!!!!!!!!!!!!!!  Nah…Mau jadi apa INDUSTRI KREATIF di NEGERI INI…kalau ARTIS yang harusnya selalu kreatif..jadi tumpul ketika di dewan…

 4.Contoh yang tidak kalah menarik…KEBERATAN dari SUSTER APUNG untuk IKLAN SUTRISNO BACHIR…siapa yang salah di sini…masak sih SB berani bayar artis, tapi gak mau (GAK MUNGKIN GAK MAMPU…itu FITNAH!!!!!!!!!!).bayar si Suster Apung…atau masalahnya di 25Frames-nya…nah…Saya terus terang agak kaget dengan Om Ipank Wahid…seingat saya secara ibadah…saya sempat meneladani BELIAU…apalagi kalau tidak salah…Om Ipank …tiap Ramadhan  meninggalkan bisnis…konsentrasi pada Ibadah…atau yang salah pada perangkat di 25frames-nya…gak tau… Yang jelas…Industri Kreatif dalam hal ini diwakili oleh Om Ipank (maaf saya lupa nama asli Om…) jadi seakan-akan “melegitimasi” pembodohan kreativitas… karena bersentuhan dengan politik…  o ya….25 frames itu PH IKLAN Kelas Atas..Billing Gede…diantara klien tetapnya GUDANG GARAM…cermati iklan GUdang Garam…cara bertuturnya khas…(saya gak tau apakah iklan PERTAMINA di Ramadhan dan Puasa ini juga dari dia…yang pasti 25frames kuat di Storytelling; terutama Om Ipank..udah lama gak ngumpul dengan teman-teman dari PH..atau Industri kreatif di PERIKLANAN.)

Nah…Mumpung PEMILU masih jauh…selidiki dan cermati para caleg…bisakah mereka MENGHARGAI KREATIVITAS???? IDE DASARNYA SEDERHANA…PRODUK DARI CALEG PADA TATARAN AWAL adalah UNDANG-UNDANG…apakah itu RUU, UU atau PERDA…maka seyogYANYA.. UNdANG-UNDang itu DIFIKIRKAN dengan AKAL SEHAT Dan OTAK yang HARUSNYA MERUPAKAN HASil dari  proses KREATIF…bukan dengan TIDUR BERSAMA WIL YANG disoDORKAN pihaK berkEPENTingan TERHadap RUU, UU atau PERDA bersangkutan…APalagi dikaitkan dengan nilai nominal…Maka kalau anggota dewan tidak kREAtif secara benar BOLEH jadi mereka KREatif secarA tidak BENar…contoh PANDAI  MANIPULASI PROYEK…Contoh Muhammad Al Amin Nur Nasution…Nama berkelas Nabi kelakuan seperti (maaf) 8481….Untuk Al Amin Hukuman Paling RINGAN adalah IA HARUS mengganti nama (nah kaum fundamentalis…kok gak peka….atau jangan-jangan karena ia dari PPP, Partai yang berlambang KA’BAH…padahal kalau Anda jujur itu malah menambah parah…) kemudian ia hanya boleh mengekspresikan partisipasi politik di partai yang berlambang 81n474n9…dan bukan dari binatang perwira…minimal dari binatang najis… Sekali lagi…pilihan di tangan PEMIRSA…memilih atau memilih untuk tidak memilih haruslah pilihan yang berlandaskan akal sehat…dan akal sehat mensyaratkan kita – pada tataran minimum – untuk memilih orang-orang yang menghargai akal sehat juga..BIla tidak ada CALEG yang ANDA dapat ANGGARKAN ATAU ANGGAP bisa menghargai AKAL SEHAT yang salah satu produknya adalah Kreativitas…maka…ANda selAYAKnya…(atau malah seharusnya) TIDAK memilih pada PEMILU 2009… SElAMAT MENENTUKAN SIKAP …dan

SELAMAT  UNTUK MEMILIH GOLPUT SEBAGAI PILIHAN ANDA>>>….GBU

 

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS