Kembali, kita mencermati berita tentang iklan yang dilakukan oleh kabinet SBY yang dikritisi oleh petinggi PDI Perjuangan…menarik untuk dicermati, silakan dibaca pada link di bawah ini :
http://www.detiknews.com/read/2008/10/22/191028/1024358/10/sering-beriklan-kabinet-sby-dinilai-seperti-pemain-ludruk
Nah…menjadi menarik…apabila kita mencermati bahwa iklan para menteri dapat dikategorikan pada dua kategori besar iklan : a. bersifat ajakan atau sosialisasi program…b. bersifat riya; penghamburan uang dengan mengetengahkan keberhasilan yang dicapai oleh para menteri terkait di kabinet SBY…
Mari kita cermati…apabila iklan yang dilakukan oleh para menteri tersebut bersifat ajakan…itu dapat dianggap bermanfaat, sebab dengan ajakan tersebut masyarakat dapat berpartisipasi dalam program kerja yang dianggarkan negara melalui kegiatan kerja departemen terkait yang dipimpin menteri bersangkutan. Sebab…tanpa sosialisasi maka program kerja itu tidak akan dapat bekerja secara maksimal …jadi hal ini boleh dan bahkan harus….sebab kebanyakan penduduk Indonesia memang lebih banyak yang menonton televisi daripada membaca koran……
Bagaimana dengan iklan tentang keberhasilan kerja…Nah…ini menarik…tentu sosialisasi atas program harus lebih diutamakan…bukan berarti sosialisasi atas keberhasilan kerja tidak boleh…tetapi hal itu harus dinomorduakan.. Selain itu…sosialisasi atas keberhasilan kerja harus merupakan pertanggungjawaban yang utuh dan terukur…sebab jika tidak akan keluar…45U tuh menteri…ngomong…besar doank…gak ada otaknya….gila…tuh… ATAU minimal BABI TUH menteri …ngabisin uang untuk NUNJUKKIN keberhasilan padahal nol..buktinya orang sini gak ada yang dapat…padahal programnya pas untuk masyarakat ini…FUCK… atau Inna Lilllahi wa Inna Illaihi Rojiun…berapa ya dana promosi yang dihabiskan oleh menteri itu…padahal…masyarakat di sini sama sekali gak tahu menahu tentang program menteri tersebut…pada hemat saya…harusnya masyarakat di sini ikut menerima program itu…(ini keluhan bukan umpatan ..biasanya dari simpatisan PKS)
Nah…jelas bahwa bila beberapa kabinet SBY dinisbatkan SEBAGAI PEMAIN LUDRUK…idealnya sby BERASAL DARI PARSENDI (Partai Seni dan Dagelan Indonesia…) bukan dari Partai Demokrat…YANG sedihnya lagi…ini maaf ya…kalo gak salah .,..pemilu bukan untuk mencari pemain ludruk…apalagi PEMILIHAN PRESIDEN…bukan untuk mencari PRESIDEN LUDRUK… PARAHNYA LAGI…yang bicara adalah kader dan anggota dewan dari PDI-P…Kita kan tahu kalau PDI – P, juga sering beriklan, terutama mengetengahkan MEGAWATI…nah…kalau tidak sebangun…minimal..baik SBY maupun Megawati..sama-sama pemain ludruk…eh maaf, maksud saya pimpinan ludruk….Jadi…masih ingin memilih di PEMILU dan PILPRES 2009 (silakan tentukan pilihan Anda sesuai dengan pertimbangan pribadi Anda masing-masing…ingat Anda memiliki kebebasan untuk memilih maupun tidak memilih)…GBU!!!!!!!!!
Saya rasa hal itu wajar saja dalam rangka menarik simpati masyarakat,yang terpenting dilakukan dengan bertanggung jawab dan yang terpenting sekarang ini rakyat sudah pintar semua untuk menilai para calon pemimpinnya nanti.Ada satu catatan dari saya sebagai Anak Bangsa kepada para Mantan pemimpin bangsa ini yaitu kurangnya Rasa Kebangsaan dan Nasionalismenya dan selalu memelihara rasa dendam, sebagai contoh : coba saja kita lihat pada acara Hari Proklamasi 17 Agustus di Istana Negara mana ada Mantan Presiden yang hadir, jadi dimana rasa Kebangsaannya.