Pijakan – Pijakan Golput : 8. Arti kata PEMILU…proses menjadi sakit…..bukan kerja ilmiah
2008 Oktober 27
Sekarang…mari kita bermain kata-kata…Permainan ini bukan berarti ingin mengurangi apresiasi atas individu atau badan yang menciptakan kata-kata tersebut, melainkan lebih kepada “penguasaan non ilmiah yang dapat membuat kita tertawa” atau minimal senyam – senyum…
PEMILU atau Pemilhan Umum…itu adalah apa yang biasa kita dengar…nah mari kita bermain…apabila kita bermain dengan sisipan…dan kata dasar…boleh jadi (lagi-lagi..ini sama sekali bukan hal yang ilmiah…) maka kata dasar adalah PILU dan sisipan EM..maka menjadi PEMILU…nah…sekarang baru mulai asyik….
PILU…pada saat saya browsing…berarti “merasa sakit” atau “menjadi sakit” sayangnya hasil browsing itu tidak saya ketemukan ulang…maaf…(koneksi sempat terputus..hiks) Lalu untuk sisipan ‘EM” saya tidak menemukan arti atau kaidah khusus…tapi ini ada beberapa panduan…
http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_ejaan
Maka secara sembrono…(maaf, kata sembrono hanya ingin mengantarkan pemirsa,bahwa membaca dapat dengan seksama maupun tidak..masing-masing akan membawa dampak yang berbeda atau dengan kata lain masing-masing ada manfaat dan kerugiannya…)
LOGIKA PEMILU BERARTI PROSES YANG MENYAKITKAN atau MENJADI SAKIT…
Apabila kata pilu berarti menjadi sakit atau merasa sakit..maka sisipan EM dapat menjadi pengukuh bahwa pemilu adalah suatu bentuk kata benda dan atau proses utuh untuk menjadi sakit atau merasa sakit…beberapa analogi sederhana mungkin dapat kita ketengahkan :
a. Sakit, karena gagal menjadi anggota legislatif, gagal menjadi presiden…
Mudah sekali melogikakan hal ini…tidak sedikit, mereka yang gagal menjadi anggota dewan, dan bupati, bahkan presiden, yang kehilangan sumber daya keuangan mereka…maka..proses ini bukanlah proses yang mudah untuk dikompromikan oleh individu-individu tersebut…hingga akhirnya kita dapat menemukan calon bupati yang gila (Ponorogo) atau beberapa caleg yang stress, atau mungkin meninggal karena jantungnya kambuh…tentu tidak semua berita kegagalan dan dampak kegagalan ini mengemuka…tidak sedikit yang berusaha menutup-nutupinya…
b. Sakit…karena salah menentukan pilihan….Nah ini juga tidak sulit mengejar logikanya…Anggaplah Anda telah memilih Nurmahmudi Ismail sebagai Walikota Depok…Anda berharap jalan di sekitar rumah Anda…seperti di Kelurahan Mampang dan Grogol diperbaiki segera…karena berbahaya, jalan berlubang tidak hanya mengurangi usia kerja kendaraan, melainkan bisa membuat kecelakaan…sayangnya…harapan Anda hilang…habis…karena Nurmachmudi baru memperbaiki jalan itu saat ini…atau tepatnya waktu dekat-dekat pemilu…sehingga nama PKS kembali harum lagi…bagi Anda yang cukup berpendidikan hal ini membuat Anda sakit..tapi bagi Anda yang berpendidikan pas-pasan atau penganut taashub buta, hal itu menunjukkan kepedulian Nurmachmudi atau PKS…pada pembangunan kota Depok…
Nah…mari kita lihat…tidak sedikit dari kita para pemilih..yang merasakan sakit setelah memilih…contoh paling mengasyikkan adalah ketika Anda telah memilih anggota dewan dari PKS…ternyata..PKS menjual “apa yang menjadi tanggungjawab sebagai PRESTASI KERJA” ……….masih belum nyambung…begini..anggota dewan yang terhormat dari PKS..Anda pilih…mereka digaji oleh negara…yang uangnya juga bisa jadi diambil dari kantung Anda…karena mereka telah digaji oleh negara…maka Anda..melihat bahwa gaji itu adalah hak mereka…lalu kalau mereka melihat ada titik kebocoran uang negara yang dapat mereka selamatkan…itu sebenarnya bagi dari tanggungjawab…bukan prestasi…Tapi…PKS melihat ini nilai jUAL…JAdi bagi MEreKa TanggUNGJAwab adaLAh prestASI..sesuatu yang tidak lumrah memang…tapi Kita PUN HARUS legowo mengAKUI…karena PENDUDUK INDONESIA kebanyakan MUSLIM…(termasuk saya) dan KEBANYAKAN MUSLIM INDONESIA adalah individu yang tidak cukup berpendidikan…JUALAN INI dianggap HALAL…padahal………ini adalah PEMBODOHAN…entah…















Gw setuju dengan tindakan PKS ini, bahkan kini PKS menjalin harmoni yang manis sekali dengan PDIP, gk salah toh? Yang penting adalah suara!
Tidak perlu berbaju sempit lagi,sekarang era nya buka-buka an. Masalah akidah belakangan, itu bisa diatur di majelis2 taklim setempat
GO PKS!