JuAlan GanJa dan Jualan Agama…pijakan GolPUt 20

2009 Maret 2


Media massa beberapa hari lalu sempat memberitakan tentang dua orang calon legislatif yang tertangkap tangan membawa paket ganja dari P.Sumatera ke Pulau Jawa…

Keren…

ini membuktikan bahwa proses nyaleg adalah proses yang membutuhkan dana…dan mencari jalan dengan segenap cara…boleh jadi sudah mendarah daging buat beberapa orang, ratus, atau mungkin ribuan caleg…

Inna Lilahi…wa Inna Ilaihi Rojiun…Nah salah satu beritanya dapat dilihat di sini : jual ganja euy

tAPI..JANGAn salah….masih ada lagi yang lebih menarik

…salah seorang anggota DPR dari  Partai Keadilan Sejahtera…mengakui bahwa MenjuAl Syariat Islam sudah gak laku lagi untuk partai Politik tempat ia bernaung…

Syariat Islam sebagai barang dagangan

pesan yang Anda dapat  baca pada tulisan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi politik …pada saat Zulkieflimansyah menjadi caleg dan terpilih (2004)

adalah hal yang tidak penting…sebab…keberadaan agama dengan kitab suci dan ayat yang ada di dalamnya…sudah jadi jaminan bahwa ia dan atau partainya  akan mendapatkan suara, dan itu terbukti pada 2004…

Nah…kalau kita kaji….secara serampangan…

Pada saat seseorang menjadi caleg…ternyata…mulai dari hal yang halal seperti kompetensi pribadi, integritas pribadi hingga ganja yang haram, dapat dijual….

Pada yang haram, tentu diuangkan dulu baru uangnya dipakai untuk berpolitik….

Mungkin…

pada tataran kompetensi politik, dua caleg yang naas tertangkap tangan ingin menjual ganja…memiliki kompetensi,

tapi guna meraih dukungan suara…”mereka tetap menggunakan “shortcut”,uang” ,

jelas bahwa kompetensi yang mereka miliki bukan untuk mengayomi rakyat…jangan-jangan mereka bahkan bakal meregulasi bahwa penjualan ganja itu boleh di tempat mereka terpilih nanti…

Atau dalam bahasa yang lebih manusiawi di iklim sosial Indonesia, seandainya mereka jadi caleg…bisnis ganjanya pun aman…sebab…mereka bisa saja “memakai” jasa polisi atau aparat yang sesuai dengan tingkat keberadaan politik mereka....

Parahnya lagi…kalau hal ini tidak terungkap ke permukaan (mereka gak ketangkap) dan terpilih, maka pemilih mereka harus meminta MUI untuk membuat fatwa baru …

yaitu kesalahan dalam memilih adalah hal yang halal...

sehingga mereka gak bisa diminta pertanggungjawabkan (secara agama)  atas pendirian emporium penjualan ganja oleh kedua caleg tersebut…

Lalu bagaimana dengan jualan ayat atau agama  sebagaimana yang mungkin telah dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera pada pemilu-pemilu terdahulu? (mulai dari zaman Partai Keadilan)…

Seingat kami…mencari penghidupan dengan menjual ayat  adalah halal (mohon dikoreksi kalau salah) atau minimal boleh, begitu yang diungkap oleh Quraish Shihab dalam satu kesempatan Tafsir Misbah beberapa tahun lalu….

Dan Bagi kami itu adalah hal yang masuk akal…ketika seseorang berdakwah atau berkhothbah, ia mengharapkan imbalan…manusiawi serta logis, sebab ada proses kreatif dan professionalisme di situ…

Maka Kalau Arifin Ilham jadi saudagar, A A Gym jadi Tajir…itu boleh dan Jadi Orang Kaya itu Wajib….(ini apabila Kaya diartikan dengan Qowiyyun)…

Nah…masalah yang muncul adalah…bagi seorang yang muslim, dan mempelajari tentang Islam (baca; segoblok-gobloknya itu muslim, dia mengerti bahasa Arab dan mempelajari beberapa kitab)…melaksanakan syariat Islam adalah hal yang mutlak, tidak ternegosiasikan, sebab syariat Islam telah menjamin pula, hak dan kebebasan masyarakat non Muslim…

maka apabila seorang Ph.D, .sekelas Zulkieflimansyah…mengatakan bahwa jualan syariat  Islam sudah gak laku…

Jelas bagi dirinya…atau mungkin bagi Partai Keadilan Sejahtera…antara Islam, Muslim dan Syariat Islam dipisah-pisahkan…entah pijakan logika agamanya apa…kami belum tahu….

sejatinya…ketika seorang telah bersyahadat, syariat Islam melekat, ketika ia melanggar dengan sengaja maupun  tidak sengaja..tetap ia muslim, dan tetap ia ….

Melanggar….

Mundurnya Zulhamli dari Pencalegan maupun Anggota dewan perwakilan rakyat daerah…bukan berarti menghapus kesalahan secara syariat atas apa yang ia lakukan …

yaitu bersentuhan dengan seorang wanita (pemijat) yang bukan muhrimnya…tapi secara sosial pertanggungjawaban yang ia lakukan harus diapresiasi!!!!

Maka…kami ingin menegaskan perlu kehati-hatian dalam melihat tindak tanduk Partai Keadilan Sejahtera, maupun orang-orangnya ..boleh jadi perbuatan baik yang mereka lakukan selama ini…semata-mata hanya untuk mendapatkan SimPAti Politik Dari Masyarakat…Bukan Karena mereka Memahami bahwa Agama Islam (bahkan Agama Mana Pun juga) mewajibkan umatnya untuk berbuat baik…

Dan kita gak perlu kaget…kalau banyak Istilah Islam digunakan oleh Para Anggota, Simpatisan, Kader, bahkan Caleg dari PKS…untuk “mencitrakan” seakan-akan mereka mengerti Islam…padahal..maaf..seingat saya, Rama Pratama hingga saat ini belum bisa (apalagi lancar) berbahasa Arab…(baca : apalagi para kader dan simpatisan lainnya..he..he..he..)

Maka…pilihan untuk memilih Caleg …yang pada akhirnya bikin bisnis narkoba halal hingga memilih caleg yang “terlihat” beragama padahal ia belum tentu  mengerti agama yang ia anut…

Tetap akan memiliki Konsekuensi moral dan tanggungjawab bagi Anda sekalian yang akan memilih mereka…

Pada titik ini, apabila Anda merasakan sudah tidak ada pilihan…Boleh jadi menjadi Golput di 9 April 2009 adalah pilihan yang boleh Anda pilih…Terima kasih…

lintas beritakan!



Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS